Mempelajari Logo
Pengertian logo
Logo adalah simbol khas dari sebuah objek, seperti manusia, lembaga, perusahaan, produk barang, jasa, dan layanan. Sebuah logo hendaknya dapat merepresentasikan visi dan misi suatu perusahaan atau lembaga serta segmentasi yang dituju sesuai target.
Tujuan Logo
Tujuan dari logo menurut David E. Carter (1982), yaitu:
a. Sebagai ciri khas dan identitas agar mudah dikenal oleh publik.
b. Sebagai penunjuk karakter perusahaan di mata publik.
c. Menginformasikan jenis usaha untuk membangun image.
d. Merefleksikan semangat dan cita-cita perusahaan.
e. Menumbuhkan kebanggaan di antara anggota perusahaan.
Fungsi Logo
Dikutip dari jurnal Inspirasi Origami dalam Desain Logo (2013) karya Vera Waradya dan Arjo Bimo, logo memiliki fungsi:
a.
Sebagai identitas perusahaan
b.
Logo berfungsi untuk
menciptakan dan menyampaikan citra positif perusahaan.
c.
Untuk memberi kesan baik dan kepercayaan kepada
masyarakat untuk mau menggunakan produk.
d.
Untuk promosi produk,
perusahaan, atau organisasi
Sedangkan fungsi logo menurut John Murphy dan Michael Rowe (1998) yaitu
a.
Fungsi identifikasi: khalayak
dapat mengidentifikasi perusahaan tersebut bergerak di bidang apa dan barang serta jasa apa yang dihasilkan.
b.
Fungsi pembeda: logo dapat membedakan perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, produk yang satu dengan produk yang lainnya.
c.
Fungsi komunikasi: logo berperan sebagai
pemberi informasi (jika berupa rambu-rambu), dan dapat juga menjadi pemberi
tahu keaslian sebuah produk.
d.
Merupakan aset yang berharga. Jika produk tersebut
lebih dikenal di negara-negara lain maka suatu
perusahaan/merek akan dihargai dengan cara waralaba.
e.
Mempunyai kekuatan hukum. Logo yang telah diregistrasi dapat dijadikan jaminan
kualitas produk yang dilindungi Undang-Undang.
Elemen logo
a. Elemen Bentuk
Bentuk sebagai salah satu pembentuk logo yang dinamis tentunya sangat menentukan kekuatan sebuah logo. Bentuk logo diharapkan unik, bentuknya memiliki ciri khas sendiri, berbeda dengan bentuk logo yang lain, menarik perhatian, mudah diingat, tidak membosankan, mudah dikenali, fleksibel, dan dapat bersifat modular tanpa menghilangkan jati diri dari brand tersebut. Bentuk pada logo meliputi bentuk persegi, segi panjang, lingkaran, oval, segitiga, dan ruang.
b. Elemen Warna
Warna memberikan peranan yang besar terhadap logo, karena warna meningkatkan brand recognition/brand awareness (sejauh mana pelanggan dapat mengingat atau mengenali merek) dari para pengguna. Oleh karena itu, dalam pemilihan warna diperlukan riset baik di bidang psikologi, budaya, komunikasi atau bahkan feng shui. Junaedi (2003) menjelaskan bahwa sifat warna dapat digolongkan menjadi dua golongan di antaranya warna panas dan warna dingin. Yang termasuk warna panas adalah keluarga warna merah atau warna jingga yang memiliki sifat dan pengaruh hangat, segar, atau menyenangkan, merangsang dan bergairah. Sedangkan warna diding adalah kelompok hijau sampai ungu yang memiliki sifat dan pengaruh sunyi. Tenang, lembut, dan sejuk asri.
Gambar sifat warna
c. Elemen Tipografi
Tipografi merupakan aspek identitas yang secara langsung dikaitkan dengan merek yang diwakilinya. Masing-masing jenis huruf/Typeface membawa kepribadian dan 6 emosinya sendiri, dan tentunya desainer harus melakukan riset terlebih dulu agar logo dengan elemen visual tipografi dapat menggambarkan merek/brand.
Gambar elemen tipografi dalam logo
d. Elemen Ilustrasi
Ilustrasi merupakan gambar yang dimanfaatkan untuk memberi penjelasan atau suatu maksud secara visual. Begitu pula dalam pemanfaatannya pada logo, ilustrasi menjadi penegas makna logo atau identitas yang membuat merek lebih mudah diingat atau dikenali.
Contoh elemen ilustrasi dalam logo
Prinsip-prinsip Logo
Menurut David E. Carter (seperti dikutip Adi Kusrianto, 2007) pertimbangan-pertimbangan tentang logo yang baik itu harus mencakup beberapa hal sebagai berikut:
a. Original and distinctive,
artinya logo punya ciri khas, unik, dan punya daya pembeda yang
jelas dengan logo lain.
b. Legible, artinya logo bisa dibaca
atau dilihat dengan
jelas.
c. Simple, artinya logo dibuat sederhana, mudah dimengerti, dan mudah dipahami.
d. Memorable, artinya logo mudah diingat
karena punya keunikan
atau ciri khusus.
e. Easy associated with the company, artinya logo harus menggambarkan citra perusahaan atau organisasi.
f. Easily adaptable for all graphic,
artinya logo mudah diterapkan dengan
baik dalam bentuk
fisik, warna, ataupun lainnya.
Jenis-jenis Logo
Berikut ini dijelaskan jenis-jenis logo dan juga contohnya.
a. Logotype: Logotype atau biasa juga
diistilahkan sebagai Word Marks atau Brand Name, merupakan logo yang hanya tersusun dari bentuk huruf atau
kata terucapkan, tanpa simbol.
b. Logo
Mark : Biasa juga diistilahkan sebagai
Device Marks atau Brand Mark, merupakan
logo yang tampil hanya berupa ikon atau simbol, atau tersusun dari bentuk
tak terucapkan.
c. Logo
Kombinasi : Logo terdiri atas keduanya, yaitu merupakan kombinasi dari logotype/brand name dan LogoMark.
Gambar contoh logo kombinasi
Prosedur Membuat Logo
Adapun prosedur menggambar logo adalah sebagai
berikut.
1.
Menentukan tujuan
Sebelum menggambar logo, hendaknya mengetahui terlebih dahulu tujuan
pembuatan logo tersebut. Hal
ini diperlukan agar gambar yang cocok dapat dipikirkan dan pesan dari logo tersebut tersampaikan kepada
orang yang melihatnya. Dengan mengetahui tujuan
dari suatu logo, maka bentuk gambar yang sesuai dengan tujuan logo tersebut dapat ditentukan.
2. Menentukan gagasan
Menentukan gagasan termasuk langkah awal dari
penciptaan logo. Hal ini diperlukan untuk logo perseorangan, perusahaan, lembaga, atau yang lainnya. untuk logo perseorangan, gagasan pembuatan logo dapat
diambil dari inisial namanya, misalnya Agil
Putra, maka inisialnya adalah huruf A dan P. Untuk logo perusahaan, sebaiknya gagasan
logo disesuaikan dengan
bidang, visi, dan misi perusahaan
tersebut.
3. Praktik menggambar
Setelah selesai menentukan gagasan, langkah selanjutnya adalah praktik menggambar, dengan menuangkan gagasan menjadi beberapa gambar logo. Teknik
yang digunakan bisa secara manual
atau secara digital.
Buatlah beberapa gambar
logo agar dapat dipilih gambar logo yang paling sesuai dengan
peruntukannya. Logo harus bersifat unik dan memiliki ciri khas yang membedakannya dengan logo-logo
lain.
4. Penyelesaian
Langkah penyelesaian merupakan
merupakan langkah akhir dari prosedur
menggambar logo. Langkah
ini perlu mempertimbangkan kerapian dan kesempurnaan gambar logo. Tidak perlu membuat logo yang rumit agar logo
terlihat unik. Buatlah logo yang mudah diingat dan dikenal oleh
masyarakat.








Comments
Post a Comment