POLA ORGANIS
A.
Pengertian Pola Organis
Pola adalah
bentuk atau model yang memiliki keteraturan, baik dalam desain maupun gagasan
abstrak. Unsur pembentuk pola disusun secara berulang dalam aturan tertentu
sehingga dapat diprakirakan kelanjutannya. Pola dapat dipakai untuk
menghasilkan sesuatu atau bagian dari sesuatu, contoh dalam dunia desain adalah
seperti kertas dinding dan corak kain. Pola yang paling sederhana didasarkan
pada pengulangan: beberapa tiruan sejenis digabungkan tanpa modifikasi.
Pola organis
adalah pola yang ditemukan di alam dan biasanya tidak memiliki bentuk geometris
yang tegas. Pola ini seringkali muncul secara alami tanpa campur tangan manusia
dan mencerminkan keindahan serta keteraturan yang ada di alam. Contohnya adalah
pola pada daun, kulit pohon, formasi awan, dan aliran air.
Pola organis
memberikan inspirasi bagi seniman karena keindahan alami dan kerumitannya.
Dalam seni rupa, pola organis dapat digunakan untuk menciptakan karya yang
unik, menarik, dan alami. Penggunaan pola organis dalam desain dapat memberikan
kesan alami dan harmonis, menghubungkan karya seni dengan alam sekitar.
B.
Karakteristik
Pola Organis
Pola organis memiliki beberapak karakteristik. Berikut ini adalah
karakteristik dari pola organis.
1. Asimetris: Pola organis tidak memiliki simetri yang sempurna seperti
pola geometris.
2. Berulang: Meskipun tidak teratur, pola organis sering memiliki elemen
yang berulang.
3. Alami: Pola ini terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia.
4. Dinamis: Bentuknya dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi
lingkungan.
C.
Contoh
Pola Organis
Pola
organis dapat ditemukan di berbagai elemen alam dan memiliki berbagai bentuk
serta karakteristik. Berikut adalah beberapa macam pola organis yang umum
ditemukan.
1.
Pola
pada Daun
Urat pada
daun sering kali membentuk pola yang menarik dan bervariasi dari satu jenis
tumbuhan ke tumbuhan lainnya. Urat ini berfungsi untuk mengangkut air dan
nutrisi ke seluruh bagian daun serta memberikan struktur pada daun itu sendiri.
Pola urat daun bisa berupa menyirip atau menjari. Bentuk tepi daun juga dapat berupa
gelombang, bergerigi, atau halus, menciptakan pola yang unik.
2.
Pola
pada Bunga
Bunga sebagai salah satu ciptaan Tuhan
yang sangat bagus memiliki bentuk yang indah dan berwarna – warni. Bunga juga
sering digunakan dalam upacara adat atau kegiatan tertentu sebagai penunjang
kegiatan. Bunga memiliki bentuk yang tersusun atau berlapis, ada yang juga yang
tidak berlapis, bagiannya pun bervariasi, ada yang 5 bagian bahkan banyak
bagian.
3.
Pola
pada Kulit Pohon
Kulit
pohon memiliki retakan dan tekstur yang beragam, tergantung pada jenis pohon
dan lingkungan tempat tumbuh. Pola retakan dan tekstur ini sering kali
menciptakan tampilan visual yang menarik dan beragam. Lumut dan jamur yang
tumbuh di kulit pohon juga menambah pola yang kompleks dan menarik.
4.
Pola
pada Air
Gelombang
di permukaan air, baik di laut, danau, atau sungai, menciptakan pola yang
dinamis dan terus berubah. Gelombang ini terbentuk karena angin, arus, dan
pergerakan air. Kemudian riak kecil yang terbentuk oleh angin atau benda yang
jatuh ke dalam air menciptakan pola melingkar yang menyebar dari titik pusat.
Riak ini menunjukkan interaksi antara permukaan air dan elemen eksternal.
5.
Pola
pada Batuan
` Batuan di
alam, terutama batuan sedimen, sering menunjukkan pola lapisan yang terbentuk
selama ribuan tahun. Lapisan ini mencerminkan kondisi lingkungan pada saat
pembentukan batuan. Bentuk batu yang tererosi oleh air dan angin juga
menciptakan pola permukaan yang unik. Erosi ini menunjukkan proses alami yang
membentuk lanskap dan permukaan batuan.
6.
Pola
pada Hewan
Bulu pada
burung dan sisik pada ikan memiliki pola berulang dengan variasi yang indah.
Pola ini sering kali berfungsi sebagai kamuflase, sinyal komunikasi, atau
perlindungan. Kemudian ada juga pola pada kulit hewan seperti belang pada sapi
atau garis pada zebra.
7.
Pola
pada Awan
Bentuk dan
pola awan di langit yang terus berubah sesuai dengan kondisi cuaca dan angin. Awan
memiliki jenis tertentu, seperti kumulus (berbentuk gumpalan besar) dan stratus
(berbentuk lapisan yang luas), menunjukkan pola yang khas.
8.
Pola
pada Tanah dan Pasir
Pola organis
dapat terbentuk di pasir oleh angin pada gurun atau pantai. Pola ini
menunjukkan interaksi antara angin dan permukaan pasir, menciptakan
bentuk-bentuk seperti gelombang kecil dan gumuk pasir. Kemudian pola retakan
pada tanah yang kering dan keras, sering ditemukan di daerah gurun atau setelah
banjir.
Comments
Post a Comment